Aku nggak tau kenapa sejak akhir ini hatiku langsung jadi serapuh kaca. Malah bisa aja aku katakan ia serapuh biskut sarang semut yang adikku bakar yang tidak menjadi kerana oven rosak. Bisa disentuh sedikit cuma, lngsung hancur berkecai, sepahnya bersepai!
Aduh. Kenapa begitu kecil hati ini untuk berkecil hati?
Hanya karena hal kecil-kecilan, hal yang bila orang lain mendengarnya bisa rasa jengkel saja sama aku. Ahh, persis anak kecil aja.
Aku nggak tau kok.
Kekecilan hati itu juga akhirnya membuatkan hatiku merana. Aku langsung rasa sedih. Aku langsung rasa duka. Aku lebih mahu memikirkan kenapa hati ini terus-terusan rapuh yang bakal kelak hancur berkecai.
Kini aku tahu, ada penyelesaiannya untuk membaiki hati yang rapuh itu. Ada jalannya. Siapa bilang tiada?
Cuma, aku butuh masa untuk membaiki hati itu. Untuk membalut rapuh-rapuh di sekeliling hati itu agar akhirnya nanti aku bisa mendapat hati yang lebih cekal. Oh, mungkin juga hati yang baru.
Ada buku mengatakan, terlalu pendek masa untuk kita memiliki hati yang kecil dengan berkecil hati.
Buku lain pula kata, seorang cewek itu akan mudah merajuk bila dia terasa tidak difahami. Dalam rajuknya itu, dia perlukan masa untuk memulihkan emosinya kembali. Kelak dia akan kembali dengan emosi baru. Mungkin itu juga caranya hati baru tercipta? Mungkin benar ya. Keren! :P
1 comment:
mungkin hati anda serapuh kaca atau mungkin juga selembut sutera.. ^^
p/s: sy suka jika ianya selembut sutera.. ^^
Post a Comment